Rasulullah Berumroh Empat Kali

Nabi Muhammad SAW berumroh
pertama kali pada tahun keenam Hijriyah. Rasulullah berangkat bersama 1500
sahabatnya dari Madinah. Mereka berangkat mengenakan pakaian ihram (kain putih
tanpa jahitan) dan membawa unta sebagai hewan qurban. Namun saat itu
orang-orang Quraysi menghalanginya. Sehingga ia dan para sahabat akhirnya
menyembelih untanya di tempat mereka tertahan yakni di Hudaibiyah. Di tempat itulah kemudian Nabi dan kaum Quraysi
melakukan perundingan Hudaibiyah. Hudaibiyah saat ini menjadi salah satu tempat
mengambil miqot (tempat memulai niat berikhram untuk berumroh).

Dari perjanjian Hudaibiyah, disepakati bahwa Rasulullah bersama
sahabatnya bisa mendatangi Kabah pada tahun depan, yakni tahun ke tujuh
Hijriyah. Di tahun itulah Rasulullah dan para sahabat menyempurnakan umrohnya
karena diberika kesempatan tinggal di Mekkah selama tiga hari.

Umroh ketiga saat ia berangkat ke Hunain, kemudian kembali ke Mekkah. Ia
berumroh dengan mengambil miqot di Ji’ronah pada tahun ke delapan Hijriyah.

Sementara umroh keempat bersamaan dengan pelaksanaan haji. Pada tahun ke 10 Hijriyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *